Wajar jika rakyat menuntut banyak terhadap para
wakilnya. Karena rakyat sendiri memilih secara langsung para wakilnya untuk
duduk di gedung DPR. Wajar jika rakyat banyak yang berontak ( demonstrasi ),
karena banyak tuntutan rakyat yang belum di penuhi, mungkin memang sengaja
tidak ada niatan untuk memenuhinya.
Gedung DPR ( Dewan Perwakilan Rakyat ). Sepintas sih
memang perwakilan untuk rakyat. Tetapi dalam faktanya Gedung ini sangat spesial
dan hanya orang-orang tertentu yang dapat memasukinya. Buktinya untuk masuk
kedalam saja harus melewati berapa prosedur : permintaan izin, lalu meminta
izin ke satpam, belum lagi pager nya juga gede-gede dan tingi-tinggi. Bagaimana
rakyat bisa menyalurkan tuntutannya jika gedungnya saja seperti benteng
takeshi.
DPR Bekerja Untuk Rakyat yang Mana yah?
Bersuara ( demonstrasi ) di luar gedung DPR seperti
berbicara dengan TEMBOK. Sangat wajar sih mereka seperti tembok, pelataran
gedung DPR saja sangat jauh dan luas dengan para anggota-anggota DPR yang
sedang bekerja untuk rakyat. Tetapi mereka bekerja untuk rakyat yang mana yah ?
mungkin gak yah mereka bekerja untuk rakyat !!!
Pada dasarnya DPR itu bekerja untuk rakyat. Tetapi
rakyat itu banyak lho'. Kita wajib dong mempertanyakan kepada para anggota DPR,
WAHAI PARA ANGGOTA DPR SELAMA INI KALIAN BEKERJA UNTUK RAKYAT, TETAPI RAKYAT
YANG MANA YAH ? ada kalangan atas, ada kalangan menengah, ada kalangan bawah,
ada kalangan bawah sekali, ada kalangan sangat bawah sekali, nah kalian (DPR)
bekerja untuk rakyat yang mana nih ?
Rakyat Tulus dan Ikhlas Memilih Kalian!!
Jika benar DPR bekerja untuk rakyat, kenapa rakyat
dari kalangan sangat bawah sekali sangat sulit untuk menemui kalian, lalu
kenapa hanya kalangan tertentu saja yang dapat memasuki gedung DPR, toh mereka
juga sama, mereka juga rakyat. Kenapa aspirasi mereka seperti tidak terdengar.
Padahal mereka dari kalangan rakyat sangat bawah sekali tulus dan suci memilih
kalian.
Untuk apa atuh mendirikan Gedung DPR jika tuntutan
rakyat dari kalangan sangat bawah sekali tidak di dengar, untuk apa juga gedung
yang megah dan ber AC ini, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat
memasukinya. Harusnya semua rakyat dari kalangan manapun, bebas memasuki gedung
DPR, katanya ini milik rakyat, tapi kenapa banyak prosedurnya. kenapa harus
minta izin dulu, Kenapa pagernya tinggi-tinggi, kenapa banyak satpamnnya.
Jangan Hanya Bersuara Merdu Saat Kampanye Doang
Sekarang bolehlah Gedung DPR hanya di injak untuk
kalangan tertentu. Tetapi para anggota DPR juga harusnya turun juga dong ke
kampung-kampung. Untuk apa atuh, para anggota juga terkadang ikut-ikutan
berdemonstrasi turun ke jalan, panas-panasan, keujanan hanya untuk menarik
simpatik rakyat saja. Ceritanya sih, sok-sok an risfeck untuk rakyat !!!
Kesimpulannya adalah : ''Gedung DPR Bukanlah Gedung
Milik Rakyat, kalaupun memang untuk rakyat, hanya kalangan tertentu saja yang
boleh menginjakan kaki disana. Rakyat tidak boleh mengklaim gedung DPR itu
milik rakyat''.
Sudahlah jangan membawa-bawa nama rakyat. Rakyat
bersedih malah di manfaatin. Harusnya para anggota DPR berfikir, kenapa banyak
rakyat yang kelaparan, banyak rakyat yang berdemonstrasi, banyak rakyat
memberontak, banyak rakyat yang menuntut. Sekalinya turun ke lapangan, hanya
untuk menyuarakan suara merdu saat kampanye saja. Sekalinya ikut demonstrasi
hanya untuk menarik simpatik saja.
Saya percaya di indonesia masih banyak orang-orang
yang jujur dan tulus untuk negeri ini, masih ada orang-orang yang benar-benar
ingin memajukan bangsa ini.
Ini suara bukan untuk memprovokasi, ini suara bukan
untuk menarik simpatik, ini suara di dedikasi untuk negeri. Khususnya rakyat
dari kalangan sangat bawah sekali.
Salam untuk negeri,
Merdeka.
Sumber : https://www.kompasiana.com/scoundrellis/gedung-dpr-bukanlah-gedung-milik-rakyat_5aa894a7cf01b42e516e8a12
Tidak ada komentar:
Posting Komentar