Rakyat Indonesia akan menggelar perhelatan akbar
5 tahunan yaitu Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden serentak. Ada
perbedaan antara perhelatan tahun 2019 dan 2014, pada 5 tahun yang lalu antara
pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dalam waktu yang berbeda bahkan
partai politik yang boleh mengusung calon presiden dan wakil presiden harus
memenuhi ambang batas yang telah ditentukan, berbeda dengan 2019, pemilihan
dilakukan serentak dan ambang batas tidak berlaku lagi. Namun, sayangnya
calon-calon yang akan maju di pemilihan legislatif dan pemilihan presiden
orangnya masih wajah lama bahkan ada yang justru mempopulerkan anaknya untuk
dijadikan calon pemimpin bangsa ini sehingga belum kelihatan pemain baru yang mampu
bersaing dalam kontestasi tersebut.
Pemilihan secara langsung dengan menggunakan
sistem demokrasi dan semboyang "dari rakyat untuk rakyat"
pada hakikatnya biar negeri ini tidak hanya dikuasai oleh segelintir orang
saja, namun pada kenyataanya pemimpin partai politik 70% masih mengunakan
politik dinasti ada partai yang menguanakan sistem tersebut yang sudah
kelihatan yaitu PDIP dan Partai Demokrat, dulu pernah mau dicoba oleh PAN,
namun tidak berhasil.
Begitu pula dengan partai-partai yang lain PKB,
Partai Garindra, Partai Nasdem ini sangat berpotensi menggunakan politik
dinasti dalam kepemimpinannya, bukti kongkrit sampai hari ini Ketua umumnya
belum pernah ada ceritanya regenerasi pada yang lain, mereka hanya menokohkan
seseorang saja, satu sisi ini cukup menguntungkan kepada partai tersebut
meminimalisir adanya konflik, namun disisi lain ketika tokoh tersebut tumbang,
maka bersiap-siaplah partai tersebut akan mati.
Demokrasi di Indonesia memang masih terus
berbenah diri sehingga wajar kalau semisalnya masih berlaku politik dinasti
sehingga yang mempunyai modal yang besar bisa memenangkan kontestasi pemilihan
di tengah-tengah masyarakat kita yang pragmatis, alasan utama keperagmatisan
mereka, karena ketika anggota legislatif terpilih dalam pemilu, mereka lupa
terhadap janji-janjinya ketika kampanya diwaktu mereka mencalon sebagai calon
legislatif (Caleg) sehingga dari sini bisa disimpulkan bahwa Calon Legislatif
dan Calon Presiden-pun akan diisi oleh pemain lama yang mereka mempunyai modal
yang cukup besar dan jangan berharap calon-calon yang baru bisa memenangkan
kontestasi pemilihan kecuali mempunyai modal yang kuat atapun masa yang banyak.
Kita berharap demokrasi Indonesia semakin baik
yang awalnya orang-orang memilih karena uang dan berharap pada akhirnya wakil
rayat yang ada di DPR serta Capres dipilih tanpa mengeluarkan modal
yang banyak sehingga mereka akan betul merealisasikan janjinya dan
membenahi Negara kita menjadi Negara yang sejahtera dan ekonominya terkuat di
dunia
Sumber : https://www.kompasiana.com/achbaiquni/pemilu-2019-dan-politik-dinasti_5aa8ad98bde575348f0f7e92
Tidak ada komentar:
Posting Komentar